Manusia Dewasa

Manusia lahir serupa kanvas
Putih, tanpa bercak, tanpa titik warna
Perlahan, hari demi hari hingga menahun
Manusia membubuhkan warna pada dirinya atau terwarna oleh kuas-kuas lain yang menari di sekelilingnya
Sampai di suatu masa, kanvas itu menjadi lukisan warna-warni
Suatu saat tampak seperti pelangi
Di saat yang lain titik-titik warna gelap membuat pola sendu
Di saat kemudian titik gelap memudar dan kanvas merona

Banyak kuas yang datang menawarkan warna
Dari kuning sampai jingga
Ada saat manusia menerima
Ada saat manusia membiarkannya berlalu
Untuk menjaga lukisannya tetap berpelangi

Begitu manusia jadi dewasa
Bagi mereka yang membuka mata
Bukan sekedar dua bola di wajahnya, tapi juga di hatinya
Dewasa tanpa menunggu tua
Membawa kanvas yang bercerita tentang warna dan pelangi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s