Kisah Klasik

Langit gelap kembali gemerlap
Menghitam, iring rembulan pemalu
Yang dipanggil suara-suara rindu yang dahaga cinta

Sesaat lalu orang-orang berduyun masuk barisan di bawah kubah
Sebagian berebut maju ke depan
Sebagian lagi bergeser mendekati pilar
Sebagian yang lain beringsut ke ujung barisan,
Pasang kuda-kuda langkah seribu

Tak lama barisan bubar

Si adik berjalan diam
Ingat sepatunya yang hitam
Bocah di belakangnya terpingkal
Lihat kaki telanjangnya beradu kerikil
Orang-orang lain bergumam berhari-hari

Satu hari selesai lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s