Album Merah

Mengucur keringat lelah
Hampir-hampir menyerah
Payah
Mau ambil buahnya tapi jauh
Masih berdaya ingin jaya,
Paksa kaki naik terus, payah

Dulu sama-sama, sebagiannya berhenti menoleh
Yang tertahan melebur jadi peluh
Menguap ikut udara diam
Tidak kelihatan
Lupakan

Itukah saja beban yang tuntas?
Rindu tak berpadu
Sendu

Kisah itu sudah jadi album
Album merah berdarah
Bukan menetes tapi berbuih menyentak nadi
Detik-detik keraskan belulang jadi tangguh

Kisah itu sudah jadi album
Jadi sahabat masa yang lewat
Warnanya masih merah
Tapi buahnya dikecap
Kecut dan manis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s