Alangkah Lucunya Negeri Ini

Cover Alangkah Lucunya depan

  • Judul Film : Alangkah Lucunya Negeri Ini
  • Skenario : Muzfar Yasin
  • Sutradara : Deddy Mizwar
  • Genre : Komedi
  • Pemeran : Reza Rahadian, Deddy Mizwar, Jaja Mihardja, Slamet Rahardjo, Tio Pakusadewo, Asrul Dahlan, Ratu Tika Bravani, Rina Hasyim, Sakurta Ginting, Sonia, dan Teuku Edwin

Watching this film is like taking a twist. Dilematis aturan dan keadilan, benar-salah, serta antara pentingnya pendidikan dan realita banyaknya pengangguran dengan latar belakang sarjana.

Dikisahkan Muluk, seorang sarjana managemen yang belum juga mendapatkan pekerjaan meski mengajukan lamaran ke berbagai tempat. Hingga suatu hari langkahnya sampai di suatu pasar yang mempertemukannya dengan para pencopet cilik. Pertemuannya dengan si pencopet cilik mengantarkannya pada fase hidup yang menarik, membangun jalan bagi para pencopet cilik untuk dapat menikmati kehidupan yang lebih bermartabat dengan tidak lagi mencopet sebagai tujuan akhirnya.

Fakta sosial sungguh disajikan apik dalam film ini. Anak-anak jalanan telah banyak dimanfaatkan oleh orang dewasa untuk mengisi perut dengan tanpa memeras keringat. Mereka diorganisir sedemikian rupa untuk mendapatkan uang dengan menyusupkan jemari ke dalam tas atau pun saku-saku berduit. Positifnya, di film ini ditampilkan seorang bos copet yang “peduli” dengan masa depan anak-anak buahnya, para pencopet cilik tadi. Ia menerima penawaran Muluk untuk membantu mengelola penghasilan yang mereka terima dari hasil mencopet tersebut untuk membekali anak-anak itu dengan pendidikan dan menyiapkan langkah mereka untuk melakukan pekerjaan yang lebih baik dan halal.

Muluk dibantu oleh Pipit dan Syamsul untuk memberikan pengetahuan umum dan agama pada anak-anak itu. Mereka bertiga diupahi 10% dari penghasilan anak-anak tadi mencopet di pasar, di angkot, dan di mall. Ini menjadi butir masalah yang menyulut konflik dengan keluarga mereka masing-masing di kemudian hari.

Berbeda dengan film “Daun di Atas Bantal”, another great Indonesian film, yang lebih banyak menyoroti ironi kehidupan masyarakat pinggiran yang disajikan dengan serius, film ini dikemas dengan selipan unsur komedi yang renyah dan dekat dengan keseharian dengan tanpa mengurangi esensi dari makna yang ingin disampaikan.

Satu hal yang mungkin sedikit mengganggu dari film ini adalah sponsor yang berlalu lalang dengan kesan agak dipaksakan dan kurang membaur dengan alur cerita.

Really nice to watch, it’s absolutely better than the ghost with long hair or long nails :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s